Friday, 13 January 2012

Teknik Membaca Agar Kita Bersemangat dan Bergairah Membaca

Pak Hernowo, saya mengalami problem membaca. Problem membaca saya ini terkait bukan dengan kelangkaan bahan bacaan, tetapi lebih terkait dengan semangat dan gairah membaca. Saya sudah sedikit “memaksa” diri saya untuk secara rutin  membaca. Namun, di tengah jalan—baru beberapa halaman saya baca—saya berhenti. Saya pun pindah ke buku lain, tetapi tetap saja—saya tidak dapat merampungkannya. Saya sadar bahwa membaca itu banyak sekali manfaatnya. Hanya, kok kesadaran saya tersebut tidak dapat mendorong saya untuk bersemangat dan bergairah membaca. Kenapa ya Pak?
 
Pertama, saya tidak mau menutup-nutupi kenyataan ini Pak, dan kita sama-sama tahu (bahkan sadar sekali) bahwa membaca teks—baik teks itu berasal dari buku maupun sarana lain—tidaklah mudah. Apabila teks yang kita baca tersebut tidak dapat kita pahami, kita akan berhenti membaca—semenarik apa pun, kata orang, teks tersebut. Tentu, ada teks yang mudah kita baca. Namun, saat ini, kita tidak sedang membicarakan ihwal teks yang mudah kita baca.

Kedua, untuk sampai ke sebuah pemahaman, biasanya ada banyak kegiatan membaca yang kompleks yang perlu kita lalui dan jalankan. Misalnya, ada kegiatan mengait-ngaitkan, lalu menandai, mengulang lagi yang sudah kita baca, menyimpulkan, dan banyak lagi yang lain. Bahkan, kadang, kita perlu sekali bersabar dan mengendapkan beberapa materi yang sudah kita baca—ingat, kadang sudah kita baca berulang kali!

Ketiga, oleh sebab itu kesadaran akan manfaat membaca buku perlu ditambah dengan kesadaran akan tidak mudahnya mencerna dan memahami teks yang sulit. Dua kesadaran ini, jika dapat kita padukan akan memunculkan kesadaran baru tentang pentingnya teknik membaca—ya teknik membaca. Bukan teknik semodel speed reading tetapi teknik membaca yang membuat kita nyaman dan senang dengan buku yang akan kita baca—pada saat kita mengawali membaca.

Keempat, saya tidak akan berpanjang lebar soal teknik membaca untuk menemukan hal-hal yang menyenangkan dan membuat kita nyaman ketika mengawali membaca sebuah buku. Saya akan tunjukkan teknik tersebut, khususnya terkait dengan buku nonfiksi. Pertama, bacalah langsung ke ”Bab Indeks” (tentu jika buku nonfiksi itu ada indeksnya). Cari di bab tersebut lema yang membuat kita tertarik untuk membacanya. Kedua, hindari membaca dari depan—yang kadang membosankan. Bacalah sesekali sebuah buku itu dari belakang atau baca secara acak—dan temukan sesuatu yang membuat kita senang.

Kelima, saya menyarankan agar ketika menerapkan teknik membaca yang saya sebutkan di poin keempat, upayakan untuk benar-benar menemukan sesuatu yang penting dan berharga dari pembacaan tersebut. Kalau perlu, setelah menemukan, kita tak sekadar memberikan tanda (menggarisbawahi atau menstabilo) tetapi juga ”mengikat” (menuliskan) apa bentuk manfaat (atau sesuatu yang penting dan berharga) itu. Jika hal-hal penting dan berharga itu kita ”ikat”, itu berarti kegiatan membaca kita tidak sia-sia alias ada hasilnya.
Semoga, lima tips saya ini dapat mengobati problem Anda. Salam.[]

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat