Tuesday, 17 January 2012

RISET ITU PENTING, KAWANS

Kata Bang Andrea Hirata... menulis membutuhkan riset apapun tujuan dan jenis tulisan itu.

Mengapa harus melakukan riset?

Apakah cerpen atau novel itu perlu riset? Lantas, apakah bisa disamakan dengan riset penulisan jurnal, skripsi, tesis atau disertasi?

Aku adalah orang pertama yang mengamini kata-kata Bang Andrea. Karena, aku sendiri sebelum menulis cerpen apalagi novel juga melakukan riset. Bisa itu sehari, seminggu, sebulan atau berbulan-bulan sebelum aku mendapatkan referensi yang menunjang dan yang terpenting adalah feeling dari tema yang akan aku tulis.

Riset seorang penulis cerpen atau novelis tidak sama dengan seorang ahli kimiah yang membutuhkan gelas neraca, tabung reaksi, yang mangadukcampurkan aneka zat kimia sampai ditemukan formula reaksi kimia pembasmi kecoa. Atau, seperti ahli mikrobiologi yang mengembangbiakan berjuta-juta mikroba dalam cawan petri untuk mendapatkan mikroba yang bisa memamah sisa tumbahan minyak lepas pantai.

Dalam artian sederhana, riset adalah mengamati dan mencermati suatu hal. Riset seorang penulis bisa dengan membaca, berdiskusi, menonton, mewawancari, mengunjungi suatu tempat, yang semua itu membawanya masuk ke dalam suasana dari apa yang hendak ditulisnya. Riset ini bisa dilakukan kapanpun dan di manapun selagi ia mau mempertajam penglihatan, pendengaran, pengecap, perasa dan peraba yang terpenting adalah selalu mengasah kepekaan imajinasinya.

Lakukanlah riset sebelum mulai menulis supaya pembacamu mendapatkan yang lebih dan merasa perlu untuk mengucapkan terima kasih kepadamu.

Selalu semangat berkarya :)

*) motivasi dari AYAH

0 comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah mampir ke blog sederhana saya, salam hangat